Beranda » Artikel Blog » Rebana Berasal Dari Mana? Dan Bagaimana Cara Memainkannya

Rebana Berasal Dari Mana? Dan Bagaimana Cara Memainkannya

Diposting pada 20 April 2020 oleh Lapakanik Indonesia | Dilihat: 81 kali | Kategori:
Rebana Berasal Dari Mana?

Rebana Berasal Dari Mana?

Rebana Berasal Dari Mana? – Berbicara mengenai asal muasal rebana memang sangat menarik jika kita bahas bersama diartikel ini, terlebih lagi kami sangat suka jika harus merutinkan diri memberikan tulisan-tulisan terbaru seputar alat rebana hadroh khususnya produk asal Indonesia.

Menurut Wikipedia, Rebana dalam bahasa jawa dinamakan Terbang adalah gendang berbentuk bundar dan pipih yang merupakan khas suku melayu. Bingkai berbentuk lingkaran terbuat dari kayu yang dibubut dengan salah satu sisi untuk berlapis kulit kambing.

Kesenian di Negara Malaysia, Brunei, Indonesia dan Singapura sering memakai rebana bersama gambus yang digunakan untuk mengiringi tarian zapin. Rebana juga digunakan untuk melantunkan qasidah dan hadroh.

Dikota Jepara sendiri yang notabenya dijuluki sebagai kota ukir, rebana dijadikan sebagai lambang kota tersebut karena memang Jepara salah satu pemasok produsen rebana hadroh terbesar di Indonesia dengan kualitas mumpuni serta sudah diakui oleh berbagai macam pemain rebana di Indonesia.

Bagi masyarakat Jawa sendiri permainan rebana sangat identik disebut dengan alat hadroh habsyi, karena rebana ini sukses dibawa dan dikenalkan oleh salah satu group hadroh terbesar yaitu Ahbabul Musthofa yang dipimpin oleh Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf.

Baca Info Tentang : Fullset Hadroh Ukiran Keren

Rebana Berasal Dari Luar Negeri, Begini Sejarah Lengkapnya

Rebana Berasal Dari Mana

Rebana Berasal Dari Mana

Rebana atau dalam istilah Jawa lebih familiar disebut dengan Terbang / Terbangan dikenal sebagai salah satu instrumen khas pengiring alunan musik sholawat agar terdengar lebih indah. Alat musik terbangan terbuat dari kayu tertentu kemudian ditutup dengan kulit kambing yang dikeringkan dan sampai sekarang memiliki sejarah yang sangat panjang.

Secara historis telah maklum bahwa masyarakat Madinah pada abad ke-6 telah menggunakan rebana sebagai musik pengiring dalam acara penyambutan atas kedatangan Nabiyullah Muhammad SAW saat hijrah dari Makkah Al Mukarromah.

Masyarakat Madinah kala itu menyambut kedatangan beliau dengan qasidah Thola’al Badru yang diiringi dengan rebana atau terbangan sebagai rasa ungkapan bahagia atas kedatangan baginda Rasul ke tanah tersebut.

Sampai sekarang rebana digunakan sebagai sarana dakwah yang unik melalui musik khususnya musik sholawat. Dengan lantunan syair-syair indah diiringi alat rebana, pesan mulia agama Islam mampu dikemas dan disajikan lewat sentuhan seni artistic musik Islami yang begitu khas.

Di Negera Indonesia, sekitar abad 13 Hijriyah seorang ulama’ besar dari negeri Yaman yang bernama Habib Ali bin Muhammad bin Husain al-Habsyi ( 1259-1333 H / 1839-1913 M ) datang ketanah air dalam misi berdakwah menyebarkan agama Islam.

Disamping itu, beliau juga membawa sebuah kesenian Arab berupa pembacaan qasidah yang di iringi rebana ala Habsyi dengan cara mendirikan Majelis Sholawat dan Pujian-pujian kepada Rasulullah sebagai sarana mahabbah ( Rasa Cinta ) Kepada Baginda Rasulullah SAW.

Komponen Alat Rebana Berasal Dari Jepara

Produksi Lapakanik Jepara

Komponen Didalam Alat Musik Rebana

Kegiatan membaca qasidah-qasidah dan pujian-pujian kepada Rasulullah yang diiringi dengan alat musik rebana hadroh sangat diminati oleh masyarakat muslim yang cinta kepada Nabinya. Sudah menjadi kebiasaan rutin hampir setiap minggu Majelis Ta’lim selalu diadakan.

Seringnya pada malam Jum’at, Malam Senin karena sebagaimana Rasulullah menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak membaca sholawat pada malam Jum’at dan senin.

Untuk komponen alat rebana sendiri terbagi menjadi beberapa jenis seiring berkembangnya variasi dan bentuk khususnya di area Jawa. Ada berbagai macam jenis seperti Rebana Qasidah Lasqie, Rebana Al Banjari dan Rebana Habsyi seperti yang digunakan Majelis Ahbabul Musthofa.

Namun biasanya para Majelis sholawat banyak yang menggunakan model Habsyi karena sudah banyak digunakan majelis besar seperti Majelis Azzahir, Majelis Al-Munsyidin, Majelis Ahbabul Musthofa, Majelis Syubbanul Muslimin, Majelis Rasulullah dan masih banyak lagi yang lainnya.

Untuk komponen masing-masing satu paket rebana habsyi ini kurang lebih terdiri dari 1 Bass Hadroh, 1 Darbuka, 1 Tung Tam, 2 Keprak, dan 4 Buah Rebana atau Terbangan itu sendiri. Untuk bisa memesan seperangkat rebana lengkap, nanti akan kami share diakhir pembahasan.

Dari kelengkapan alat musik rebana tersebut, sebenarnya untuk produksi di Jepara terbagi menjadi berbagai macam type seperti Model Polosan, Model Ukiran bahkan hingga model motif. Informasi ini selalu kami update DISINI.

Cara Memainkan Alat Musik Rebana Hadroh

Jual Hadroh Jepara

Cara Memainkan Alat Rebana

Alat Rebana merupakan alat musik yang memiliki bentuk seperti Marawis, bentuknya yang pipih tentunya membuat anda mudah ketika memegangnya. Hingga saat ini ada dua jenis rebana, ada rebana tradisional dan rebana modern.

Biasanya rebana tradisional masih utuh dan original belum dimodifikasi sama sekali, sedangkan rebana modern ada berbagai macam tambahakan seperti dengan simbal kecil disekelilingnya serta lapisannya bukan hewan lagi diganti dengan berbagai macam jenis.

Untuk bisa memainkan alat musik rebana, kalian bisa memukul pada bagian membrannya. Lapisan yang digunakan dari kulit kambing atau hewan, namun ada juga lapisan yang dimodifikasi menggunakan plastik mika. Suara yang dihasilkan akan bervariasi tergantung bagaimana cara memainkannya.

Beberapa hal yang perlu sahabat Lapakanik ketahui saat memainkan alat rebana ialah Tenaga yang digunakan tidak boleh terlalu lemah dan tidak boleh terlalu berlebihan, Memegang rebana dengan baik dan benar agar nyaman serta tidak terjatuh, Memukul rebana harus dengan cara dan teknik yang benar agar menghasilkan suara yang benar-benar indah.

Bagi anda yang benar-benar pemula bermain rebana, anda bisa mulai dari mempelajari mengenal suara yang dihasilkan pada setiap pukulan yang dilakukan. Jika memainkan alat musik rebana secara kelompok, paling tidak anda membutuhkan orang sekitar 2-4 orang agar terdengar lebih bagus.

Untuk mendapatkan video terbaru tentang musik rebana hadroh, kalian bisa ikuti terus di Channel Youtube Lapakanik Indonesia. Disitu kami selalu update video-video sholawat hadroh khususnya Majelis Sholawat di Indonesia.

Dimana Tempat Memesan Dan Membeli Alat Rebana ?

Jual Rebana Jepara

Tempat Beli Rebana Hadroh

Setelah kalian mengetahui rebana berasal dari mana dan sejarah singkat yang sudah kami terangkan diatas, mungkin anda akan bertanya-tanya, dimana tempat memesan atau membeli rebana tersebut. Nah sebelum kami mengakhiri pembahasan hari ini, kami juga ingin memberikan informasi penting terkait pertanyaan anda tersebut.

Jika anda ingin membeli alat musik rebana baik jenis satuan maupun beberapa paket sekaligus untuk mengembangkan Majelis anda, silahkan bisa langsung pesan bersama Produksi Lapakanik Jepara. Karena kami merupakan Pusat Produksi dan Penjualan Alat Musik Rebana Hadroh resmi yang berpusat di Kota Ukir Jepara Jawa Tengah.

Dengan pengalaman yang sangat matang terjun dalam bidang pembuatan rebana Jepara, Lapakanik siap membantu anda mendapatkan alat rebana berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau alias murah.

Ada dua produk unggulan yang paling sering diminati Majelis Sholawat Indonesia yaitu jenis Fullset Ukiran Lengkap dan Fullset Polosan Lengkap. Keduanya memiliki banyak kesamaan dan perbedaan tergantung kebutuhan anda. Nah bagaimana agar bisa memilih apakah jenis polosan atau ukiran ?

Agar anda bisa memilih berbagai macam jenis menyesuaikan kebutuhan Majelis anda, silahkan bisa ikuti panduan sederhana dari kami dibawah ini :

Cara Melakukan Pemesanan Alat Musik Hadroh

Pusat Produksi Rebana

Cara Melakukan Pemesanan Rebana

  • Untuk melihat keterangan detail mengenai Fullset Hadroh Polosan KLIK DISINI
  • Untuk melihat keterangan detail mengenai Fullset Hadroh Ukiran KLIK DISINI
  • Untuk melihat keterangan detai mengenai Fullset Marawis KLIK DISINI
  • Untuk melihat semua produk yang sudah diproduksi Lapakanik KLIK DISINI

Ada banyak sekali produk yang sudah diluncurkan produksi kami, kalian bisa melihat-lihat disekitar website resmi kami ini, kami selalu rutin memposting informasi-informasi terbaru sengaja untuk membantu menambah wawasan anda seputar alat rebana.

Jika anda tidak menemukan alat rebana yang anda butuhkan bersama kami, silahkan bisa langsung konsultasikan langsung melalui kontak whatsapp resmi produksi kami. Insyallah team kami akan memberikan solusi yang tepat untuk Majelis anda.

Kontak Resmi Konsultasi Pemesanan Rebana

  • Nama Produksi : Lapakanik Jepara
  • Alamat Produksi : Jl. Pecangaan Bugel, KM. 01, Ds. Troso, Kec. Pecangaan, Kab. Jepara
  • Email : lapakanik@gmail.com
  • No Whatsapp : 0851-5659-6073 ( Cs Lapakanik )
  • Untuk terhubung Whatsapp Otomatis klik : HUBUNGI KAMI SEKARANG

Itulah informasi dari kami yang bisa kami bagikan untuk anda, semoga dengan adanya sharing ini bisa menambah wawasan anda seputar alat musik rebana. Jika suka dengan postingan ini silahkan share kesocial media kalian. Jika ada pertanyaan lebih lanjut silahkan bisa komentar dibawah ini.

Belajar Ilmu SEO Lengkap di Kursus SEO Online

Bagikan

Rebana Berasal Dari Mana? Dan Bagaimana Cara Memainkannya | Lapakanik Indonesia

Diposting oleh

Alat Musik Tradisional Rebana Hadroh Jepara

Komentar (2)
  • Muhammad Sidiq

    Informasinya benar2 bemanfaat mas untuk tambah2 wawasan berbagi sama anak2 majelis di desa sya, smoga web ini sukses selalu dan lebih istiqomah dalam membagikan informasi seputar alat hadroh.. aamiin

    Balas

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Anda Mungkin Suka

Support

  • Whatsapp : 0851-5659-6073
  • Email : lapakanik@gmail.com
  • Jl. Pecangaan Bugel, Rt/Rw. 08/03, Troso, Pecangaan, Jepara
Chat via Whatsapp
Muhamad Anik
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Muhamad Anik
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja